Demokrasi seringkali tak dijaga di gedung parlemen atau ruang rapat elite. Ia justru dipertahankan oleh warga biasa di desa, kampus, pasar, dan ruang-ruang kecil tempat orang memilih untuk tidak diam. Buku Menjaga Api Demokrasi ini menghadirkan kisah-kisah nyata tentang perjuangan warga dari Aceh, Yogyakarta, Jakarta, dan Maluku dalam mempertahankan ruang demokrasi. Buku ini menghimpun cerita perempuan, orang muda, penyandang disabilitas, jurnalis warga, hingga komunitas akar rumput yang berani melawan politik uang, hoaks, ketidakadilan, dan praktik kekuasaan yang menyingkirkan suara rakyat. Ditulis dengan pendekatan storytelling, buku ini tidak hanya menampilkan keberhasilan, tetapi juga proses jatuh bangun di lapangan: bagaimana ide kecil tumbuh menjadi gerakan, bagaimana kegagalan dihadapi, dan bagaimana solidaritas dibangun di tengah keterbatasan. Dari sana kita belajar bahwa demokrasi bukan sesuatu yang selesai, melainkan api yang harus terus dijaga agar tidak padam.
Buku ini ditujukan bagi siapa saja yang percaya bahwa suara warga itu penting—aktivis, mahasiswa, jurnalis, pengambil kebijakan, maupun pembaca umum yang peduli pada masa depan demokrasi Indonesia. Karena selama masih ada warga yang berani peduli dan bergerak, api demokrasi akan tetap menyala.
EDITOR
- Tugas Suprianto
- Mochamad Mustafa
- Fadila Ayu Hapsari
TIM PENULIS
GERAK ACEH
- Askhalani
- Destika Gilang Lestari
- Mahmuddin
- Murni M. Nasir
YAYASAN LKIS
- A. Luthfi Aziz
- M. Ali Rohman
- M. Hasbi Kamil
- Titi Alfina Ratih
- Tri Noviana
YPPM MALUKU
- Isabella Lefmanut
- Eda Sanaky
- Iftin Yuninda Hart
- Ode Dermansya
- Naam Seknun
SPRI JAKARTA
- Dika Moehammad
- M. Tri Istanto
- Rudi Sabrawi
- Puspa Yunita
- Vinsensius Rubon
Tertarik mendapatkan buku ini? Silakan isi formulir di bawah ini. Setelah mengisi formulir, Anda dapat langsung mengunduh buku secara gratis.

