Keraton dan Masjid Pathok Negoro

gtgtgt

Keraton dan Masjid Pathok Negoro: Jejak Politik Keagamaan Kasultanan Yogyakarta

 

Penulis: Ahmad Anfasul Marom

Cetakan Pertama, Juli 2026

xii + 139 hlm; 14 x 21 cm

Keraton dan Masjid Pathok Negoro: Jejak Politik Keagamaan Kasultanan Yogyakarta merupakan karya yang mengkaji dinamika sejarah, relasi kuasa, dan integrasi nilai Islam dalam struktur pemerintahan Kasultanan Yogyakarta. Berdasarkan konsep ad-din wa ad-daulah, kerajaan Kasultanan Yogyakarta memadukan kekuasaan politik dengan legitimasi spiritual. Manifestasi nyata dari visi Sri Sultan Hamengku Buwono I ini adalah pendirian empat Masjid Pathok Negoro di empat penjuru mata angin—Mlangi, Plosokuning, Babadan, dan Dongkelan. 

Masjid-masjid tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai tiang pancang tapal batas wilayah inti (Nagari), lembaga peradilan serambi, pusat pendidikan (pesantren), hingga basis pertahanan militer rakyat melawan kolonialisme. Buku ini secara jeli membedah sinergi harmonis antara ulama dan umara (penguasa) dalam membentuk identitas kultural Islam-Jawa yang inklusif. Melalui pendekatan sosiologis-historis, buku ini juga menyoroti tantangan modernitas serta perubahan sosial yang kini mengancam kelestarian fisik, nilai, dan pakem asli warisan sejarah berharga tersebut. 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *