Ponpes Al-Fatah Solidkan Jaringan Antar-Komunitas Rentan di Yogyakarta

with Tidak ada komentar

Oleh Vitrin Haryanti

YOGYA – Masyarakat sering salah paham soal KTP yang dimiliki oleh waria. Banyak yang menilai kolom jenis kelamin akan ditulis waria, padahal tetap ditulis jenis kelamin laki-laki. Hal tersebut disampaikan oleh Sinta (60) saat menjadi narasumber dalam pertemuan komunitas lintas isu dengan tajuk “Advokasi Legalisasi Kelompok Rentan” di Rumah Makan Ayam Goreng Bu Tini Lowanu Yogyakarta, pada Rabu (25/5/2022).

Menurut Sinta, saat ini waria yang ada di Yogyakarta sudah memiliki identitas kependudukan berupa KTP. “KTP itu kan hak kita sebagai WNI, dengan KTP kita bisa mendapatkan layanan dasar seperti Kesehatan, pendidikan dll secara layak.” Kata Sinta.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Ponpes Waria Al-Fatah, Yogakarta. Kegiatan tersebut dihadiri komunitas difabel, perempuan dan anak, waria, komunitas penghayat hingga kelompok buruh.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka ruang komunikasi dan memberikan pemahaman mengenai stigma, diskriminasi serta langkah aksi strategis dalam advokasi. Hal ini seperti apa yang diungkapkan oleh Sinta (60) selaku narsumber pertemuan tersebut “Kegiatan ini untuk membuka ruang antar komunitas rentan di Yogyakarta sehingga bisa berjuang bersama mengadvokasi banyak hal,” ujarnya.

“Kegiatan ini nanti akan ada pemaparan materi dan dilanjutkan dengan diskusi kelompok” tukas Ayu (48) selaku moderator saat menjelaskan rangkaian acara pertemuan tersebut.  Kegiatan yang berlangsung sekitar empat jam tersebut memaparkan dan menggali hal-hal seperti apa yang dirasakan oleh kelompok rentan. Misalnya, tentang stigma sosial dan layanan sosial dasar serta hal apa yang perlu didorong ataupun diadvokasi kedepannya.

Pertemuan yang dihadiri 25 orang peserta tersebut berlangsung partisipatif dengan beberapa celetuk canda tawa dari peserta yang mencairkan suasana pertemuan. Namun, tetap fokus pada materi yang dipaparkan. Seusai pertemuan, Matius (46) menceritakan kesannya, “Acaranya seru ya beda dengan acara-acara yang biasa saya ikuti, banyak canda tawanya tapi muatan materinya tetep dapet,” kata peserta perwakilan dari komunitas Koalisi Lintas Isu Yogyakarta.

Leave a Reply