Detil Berita bullet

Sunat Perempuan, Merugikan dan Membahayakan Kesehatan

Berita Islam dan Gender | 16 Agust 2011 • Dibaca 3152 kali • 13 Komentar


Sabtu, 13 Agustus 2011 kemarin, Jaringan Perempuan Yogyakarta/JPY menyelenggarakan semiloka “Kajian Penghapusan Sunat Perempuan”. Bertempat di Ruang Sidang I DPRD Kota Yogyakarta, semiloka ini merupakan respon JPY atas Peraturan Menteri Kesehatan No. 1636/Menkes/Per/XI/2010 tentang Sunat Perempuan. Hadir sebagai pembicara pada semiloka tersebut adalah: dr. Etty (Dinas Kesehatan DIY); Ahmad Muhsin (sekretaris Majelis Ulama Indonesia/MUI DIY); Shienny Selianto (Asian Women’s Resource Center/AWRC), dan Odi Shalahuddin (Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia/SAMIN).


JPY melihat bahwa terbitnya Permenkes No. 1636/Menkes/Per/XI/2010 tentang Sunat Perempuan merupakan kemunduran bagi perjuangan hak asasi manusia khususnya hak asasi perempuan.  Pada tahun 2006, upaya menghapus sunat perempuan sudah sampai pada lahirnya Surat Edaran Menteri Kesehatan tentang larangan praktik sunat perempuan. Setelah surat edaran tersebut, hampir semua tenaga medis telah menghentikan ‘layanan’ sunat bagi bayi perempuan dan perempuan dewasa.  Argumen bahwa praktek sunat masih terus berlanjut setelahnya, sehingga perlu diatur kembali pelaksanaannya, justru bisa dilihat sebagai kemunduran dan sebagai usaha negara untuk terus mengontrol tubuh perempuan.  Lokakarya ini merupakan bagian rangkaian advokasi penghapusan sunat  perempuan yang bertujuan untuk: mendorong lahirnya komitmen dan rencana aksi organisasi partisipan; berkontribusi dalam upaya menghapus sunat perempuan; melakukan pendidikan publik dan kesadaran tentang hak perempuan atas tubuh dan seksualitas.


Di akhir semiloka, JPY membacakan pernyataan sikap “Tolak Permenkes No. 1636 tentang Praktik Sunat Perempuan” karena dilihat dari berbagai perspektif, sunat perempuan tidak memiliki manfaat yang signifikan bagi perempuan. Perspektif perlindungan terhadap hak anak menyebutkan bahwa praktek sunat perempuan yang dilakukan terhadap anak telah melanggar hak hidup, tumbuh kembang, dan partisipasi karena bayi dan anak perempuan telah dikebiri tanpa alasan yang jelas dan tanpa persetujuan mereka. Dampak sunat perempuan bagi anak banyak yang merugikan, di antaranya menimbulkan efek trauma secara psikologis, gangguan sosial emosional jika ritual sunat dipertontonkan (ada perasaan malu, takut, sedih), frigiditas, infeksi, serta perdarahan terus-menerus yang tidak jarang berakhir dengan kematian.


Perspektif gender menjabarkan bahwa praktek sunat perempuan lahir dari ideologi patriarkhi yang percaya akan relasi kekuasan yang bersifat subordinasi antara laki-laki dan perempuan. Hal ini bisa dilihat dari tujuan sunat perempuan yaitu: pertama, sunat perempuan dimaksudkan untuk menstabilisasi libido perempuan. Perempuan di sini direduksikan nilainya, bukan dilihat sebagai makhluk multidimesi namun semata dilihat sebagai mahluk seksual; namun bukan sebagai subyek, melainkan sebagai obyek seks. Kedua,  sunat pada perempuan akan membuat perempuan terlihat lebih cantik di mata suaminya. Di sini perempuan, sejak kecil, ketika sunat itu dilakukan, diajarkan dan dipersiapkan untuk kelak suatu hari, bisa menempatkan diri di dalam relasi suami-istri yang timpang seperti di atas: bahwa dia hanyalah barang, obyek dagangan, dan suami yang adalah pembeli itu adalah raja. Tujuan kedua ini jelas mendegradasikan perempuan. Ketiga, sunat perempuan untuk menyeimbangkan psikologi perempuan. Tujuan sunat perempuan adalah pengontrolan atas seks perempuan yang tidak lain merupakan upaya pengontrolan dan penguasaan atas psikologi perempuan oleh laki-laki. Dari perpektif ini minimal ada tiga hak perempuan yang dilanggar yaitu hak atas kesehatan, hak untuk bebas dari praktek-praktek penyiksaan dan merendahkan martabat manusia, serta hak seksual dan integritas tubuh perempuan.

Perspektif kesehatan menyebutkan bahwa tidak ada indikasi medis terhadap praktek sunat perempuan, dan tindakan sunat perempuan tidak dikenal dalam dunia medis. Sebaliknya praktek sunat perempuan malah menimbulkan dampak negatif bagi perempuan berupa antara lain komplikasi  jangka panjang setelah mereka dewasa seperti terbentuknya jaringan parut pada alat kelamin wanita, abses, kista, infeksi berulang, dan infertilitas. Penelitian yang dilakukan oleh WHO, melibatkan 28.000 perempuan, perempuan yang mengalami sunat memiliki peningkatan risiko partus atau melahirkan yang tidak spontan.


Berdasarkan beberapa alasan tersebut, Jaringan Perempuan Yogyakarta menyatakan sikap:
1.    Menolak Peraturan Menteri Kesehatan No. 1636/Menkes/PER/XI/2010 tentang Sunat Perempuan.
2.    Menuntut Menteri Kesehatan untuk mencabut Permenkes No. 1636/Menkes/PER/XI/2010 tentang Sunat Perempuan.
3.    Mendukung segala upaya pelarangan sunat perempuan melalui peraturan perundangan yang berlaku, untuk memastikan dijaminnya perlindungan anak dan perempuan dari tindakan diskriminasi, penyiksaan dan segala bentuk represi bagi tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh tindakan sunat perempuan
Siti Habibah Jazila (Koordinator Program Islam dan Gender Yayasan LKIS dan anggota aktif Jaringan Perempuan Yogyakarta/JPY

St. Habibah Jazila
« Kembali | Top

Lihat Komentar

Jam Tangan on 29 Nov 2013 menulis:

beritanya sangat bagus dan sangat menarik

Jam Tangan Pria on 29 Nov 2013 menulis:

Senangnya baca informasi ini, sangat bermanfaat.

Jam Pria on 29 Nov 2013 menulis:

terima kasih atas ulasan artikelnya yang sangat menarik sekali gan....ditunggu info selanjutnya....

Jam Kw Super on 29 Nov 2013 menulis:

Thank pisan untuk infonya,sangat menarik untuk di simak.

Jam Tangan Replika on 29 Nov 2013 menulis:

senang bisa berkunjung ke website ini, terima kasih sudah berbagi informasi kepada kami ,

Jam Tangan Kw on 29 Nov 2013 menulis:

Infonya bagus lho gan... makasih banget nih.

Jam Tangan Online on 29 Nov 2013 menulis:

thnks infonya berguna banget nich...
sukses selalu yah.

Jual Jam Tangan on 29 Nov 2013 menulis:

makasih info nya sukses selalu yah....
sangat berguna banget info nya khusus nya bagi saya dan masyarakat banyak yang membaca thnks yah...


Jam Kw on 29 Nov 2013 menulis:

Terima Kasih ya gan atas informasinya yang sangat bermanfaat banget buat saya :)

Jam Replika on 29 Nov 2013 menulis:

informasi yang sangat membantu kita semua, lanjutkan ya...
posting yang lainnya juga..

Jam Tangan on 29 Nov 2013 menulis:

Terimakasih sudah berbagi informasi.

kompas on 29 Nov 2013 menulis:

Senangnya baca informasi ini, sangat bermanfaat.

adadadad on 18 Nov 2013 menulis:

ssfsfsfsfsfsf

Tulis Komentar

Nama
E-mail
Website
Komentar
Masukkan Kode