Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS)

     

     

     

Artikel

Pernyataan Sikap The Wahid Institute atas Kekerasan Terhadap Jemaat Ahmadiyah di Kuningan
The Wahid Institute - Friday, 30 July 2010

Terkait Penyegelan Rumah Ibadah dan Kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah Manislor
Sehubungan dengan memanasnya situasi di Manislor, Kuningan, Jawa Barat,  dimana sejumlah perusuh merobohkan Masjid Ahmadiyah, kami menyatakan sebagai berikut :

(347)
Read more...
MEMPERKUAT CIVIL SOCIETY: MEMPERKUAT BUDAYA KEWARGAAN
AA GN Ari Dwipayana - Friday, 12 February 2010

Pengantar

Dalam  perkembangan praktek demokrasi di berbagai negara menunjukkan bahwa  kehidupan bersama bisa terjaga dengan baik  melalui dua  tiang penyangga:  Tiang penyangga yang pertama, adalah  konstitusi yang modern dan demokratis  Di setiap negara modern sekarang ini, praktis memiliki konstitusi. Jika pengalaman berbagai negara demokratis diekstrasi ke dalam rumusan yang sederhana, maka dengan mudah kita akan menemukan bahwa kehidupan bersama hanya bisa ditegakkan jika tersedia konstitusi yang modern dan demokratis. Apa saja ciri konstitusi yang modern dan demokratis itu?

(5985)
Read more...
Menyoal Sekolah (Belum) Gratis
Mar'atul Ulya - Tuesday, 29 December 2009
'Kebijakan sekolah gratis bergantung pada komitmen kota atau kabupaten. Kalaupun ada pendidikan gratis,(8406)
Read more...
Menguak Kebenaran Baru Peran Perempuan dalam Sejarah
Mar'atul Ulya - Tuesday, 29 December 2009

Banyak yang ’khilaf’ ketika seseorang membuat buku sejarah;

(8696)
Read more...
Mentauladani Kemandirian Khadijah
Mar’atul Uliyah - Tuesday, 29 December 2009

Ketika melihat kenyataan bahwa perempuan sampai sekarang ini masih dililit

(8586)
Read more...

Bulletin terbaru

 
Bulletin A'dalah 41
 
 
Bulletin Coret
 
 

Toelis

E-mail Print PDF
Alamat | Jl. Kali Kuantan II No. 5, Jagalan, Surakarta 55124
Email | weare_toelis(at)yahoo.co.id
Facebook| weare_toelis(at)yahoo.co.id

Latar Belakang

Komunitas Toelis lahir setelah para peserta Workshop Creative Writing pada 1 April 2007 bersepakat untuk menghasilkan karya bersama sebagaimana yang dilakukan oleh komunitas CORET. Anggota komunitas ini juga berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Karakter khas dalam komunitas Toelis akhir-akhir ini yaitu lebih tertarik pada tren anak muda masa kini, bagaimana mereka memandang persoalan budaya, tradisi, dan kebangsaan. Saat ini sudah ada 3 generasi.

Keseluruhan generasi komunitas ini telah menghasilkan lebih dari 12 edisi bulletin yang disebarkan di sekitar 36 Sekolah Menengah Atas dan sederajat serta di acara-acara kebudayaan yang melibatkan anak muda. Untuk generasi pertama bahkan telah menghasilkan Koempoelan Cerpen “Raut Langit” dengan pencarian dana secara mandiri.  

Pertemuan komunitas dilakukan setiap hari Sabtu, pukul 15.00 WIB atau sepulang sekolah di sekretariat TOELIS. Selain membahas penerbitan bulletin, komunitas juga membaca dan mendiskusikan tentang tokoh terkenal dan karyanya,  juga karya teman sendiri, nonton pertunjukan seni, film dan pameran serta mengunjungi tempat-tempat menarik untuk menemukan inspirasi dan imajinasi.

Karya

Komunitas Toelis telah membuat 6 film dokumenter yaitu |

Raja Ketoprak Tukang Becak (Karya Komunitas TOELIS Generasi 1)
Perjalanan waktu membuat banyak pergeseran. Satu seni kehidupan yang mulai terlupakan “Kethoprak” mampu mengukuhkan kesenian tradisi di tengah hiruk-pikuk perubahan ketika generasi mulai beralih perhatian ke budaya modern. Sebuah cerita tentang kesederhanaan, survival dan kearifan hidup.

Filmmaker:

• Niki Dwi Permadi (SMA St. Yoseph)
• Maria Citra Pratiwi (SMKK Marganingsih)
• Angel Rose (SMA Kristen 1 Surakarta)
• Erlinawati Hartiningtyas (SMAN 2 Surakarta)
• Putri Asri Dwi Fadila (SMAN 2 Surakarta)
• Soviana Cahyaningtyas SP. (SMAN 2 Surakarta)

Penghargaan:

Sang Bomber  (Karya Komunitas TOELIS Generasi 1)
Kala Ruang kota menjadi sumpek oleh bangunan-bangunan kokoh dan megah, rasa keterasingan diekspresikan lewat tembok. Sang “Bomber” adalah kisah mengenai petualangan dan tantangan remaja masa kini dalam mencari jatidiri

Filmmaker:

• Lintang Rembulan (SMA St. Yoseph)
• Friska Sari Amelia (SMAN 5 Surakarta)
• Irene Astrid P. (SMA St. Yoseph)
• Fauziah Yudaningtyas (MAN 2 Surakarta)
• Farida Iskandiari (SMAN 5 Surakarta)
• Maria Ananingrum (SMAN 5 Surakarta)
• Riza Budi Utomo (SMA St. Yoseph)

Pelajar Bersenjata (Karya komunitas TOELIS generasi 1)
Apa yang dipikirkan oleh pelajar kini tentang nasionalisme ? Bagaimana juga dengan para pelajar di masa penjajahan dulu ? Film ini mengajak kembali mengenang pengalaman mereka yang turut berjuang melawan penjajah dan bertaruh nyawa di usia belia. Sementara di sisi lain, kemerdekaan bukan berarti usai perjuangan. Senjata yang dipanggul berbeda, tantangan yang dihadapi pun tak kalah beratnya.

Filmmaker:

Friska, Irene Astrid, Sovie

Siapa Salah Apa? (Karya komunitas TOELIS generasi 1)
Bagaimana suara rakyat bisa menentukan pemerintahan untuk kurun waktu yang cukup lama. Apa akibatnya jika salah pilih? Bagaimana jika tidak memilih? Film semi dokumenter ini bercerita tentang pemilihan Gubernur Jawa Tengah di daerah pemilihan Surakarta.

Filmmaker:

Friska, Lintang Rembulan, Sovie, Irene Astrid

Penghargaan:

  • Film ini berhasil menjadi salah satu dari 10 finalis dan Film Favorit pilihan Dewan Jury dalam Kompetisi Film Pendek Anak Muda (kfpam) 2008 “Gue Berani Milih”. Yang diadakan oleh CIVED dan disponsori oleh Departemen Dalam Negri, UNDP, INDONESIA-satu negeriku, damai bangsaku. Didukung oleh: ERWE (lets join lets sing and dance), DISCOMOJOYO, FISIPOL music forum, The Display of Indonesia, KBR68H, Girlfriend-Indonesia, majalah HAI, Kawanku dan PramborsRadio.

Super Sapi Super (Karya Komunitas TOELIS generasi 2)
Sapi ternyata bisa hidup di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tempat yang penuh sampah dan bibit penyakit. Mau lihat bukti? Semua ada di TPA Mojosongo. Sapi-sapi berlarian dan mengais sampah untuk dimakan. Meski memiliki banyak resiko, keberadaan mereka bisa mendatangkan keuntungan berlipat bagi pemulung yang menempatkan mereka di sana.

Filmmaker:

• Kusnanto Riwus Ginanjar (SMA MTA Surakarta)
• Fitria Listie Suryani (SMA Negeri 5 Surakarta)
• Maharani Jibbriellia (SMAN 1 Surakarta)
• Andhika Budi Prasetya (SMA Negeri 1 Colomadu)
• Deva Candra Pradika (SMA Negeri 1 Colomadu)
• Farida Isfandiari (SMAN 5 Surakarta)
• Fajar Rosyidi (SMA Negeri 5 Surakarta)

Utak Atik Otaku (Karya Komunitas TOELIS generasi 2)
Banyaknya pandangan miring tentang Otaku sebagai kegemaran yang ‘aneh’ kiranya berbeda dengan yang ada dalam film ini. Mereka tidak seperti yang dipikirkan banyak orang.
Istilah otaku sering digunakan dalam konteks yang menyinggung perasaan, sehingga otaku sering dikritik sebagai praduga atau perlakuan diskriminasi terhadap seseorang?

Suka pernak-pernik yang berbau Jepang atau penggemar mangga? Apakah Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga. Otaku pada dasarnya adalah kata ganti orang kedua yang paling sopan dalam bahasa Jepang baku, setara dengan “Anda” dalam bahasa Indonesia. Berhubung

Filmmaker:

• Andrew Puja C (SMA St. Yosep)
• Putri Ika W. (SMA 5 Surakarta)
• Indah Asmorowati (SMAN Kebakkramat)
• Hary Syawal N. (SMAN Colomadu)
• Aryo Seto (SMA N 5 Surakarta)
• Maryam Jamilah (SMA N 1 Sukoharjo)

Last Updated ( Wednesday, 19 May 2010 06:50 )  

Kalender Kegiatan

September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Jajak Pendapat

Apakah pemerintah telah cukup serius menangani kasus-kasus buruh migran di Indonesia
 
You are here: Home Program Media & Budaya Kegiatan Komunitas Remaja Toelis

Komunitas Remaja

 

Sumberdaya

Perpustakaan Yayasan LKiS
 

Wiki Yayasan LKiS

Buku Terbaru